Kuliah dan Jalan-Jalan dari AWCF

Pada tanggal 19 Maret sampai dengan 1 April 2007, diadakan kegiatan Regional Exchange Program 'Women Entrepreneurs and Exploring Opportunities for Micro Enterprise Development in Co-operatives in Southeast Asia'. Acara ini di organisir oleh AWCF (Asian Women in Co-operative Development Forum) dan FORMASI Indonesia (Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia), didanai oleh ASEAN Foundation. Berikut adalah pengalaman salah seorang peserta dari Indonesia, Ibu Lies Pambudi, seorang pengusaha yang juga merupakan anggota Koperasi Kredit Melati, Depok. Beliau akan membagikan pengalamannya mengikuti kegiatan Regional Exchange Program tersebut.

Hari pertama acara pembukaan di hotel Santika Jakarta, kami terdiri dari 20 orang peserta semua dari negara ASEAN. Acara dimulai dengan memperkenalkan diri masing-masing, disambung dengan memecahkan kekakuan (ice breaking) diantara kami yang dipimpin oleh Ms Wandee dari Thailand.

Peserta yang mengikuti acara ini terdiri dari 4 orang Indonesia, 3 orang Thailand, 2 orang Vietnam, 1 orang Myanmar, 1 orang Brunei Darussalam, 3 orang Kamboja, 2 orang Malaysia, dan 4 orang Filipina. Terlihat diantara kami sangat membutuhkan pengetahuan untuk mengembangankan dan memajukan pengusaha kecil, serta mensosialisasikannya di negara masing-masing. Walaupun wajah dan kulit kami sama tapi bahasa kami berbeda.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan pertama oleh Mr. Apichai Sunchindah sebagai Executive Director the ASEAN Foundation, dilanjutkan oleh Ir. Sharmila dari DEKOPIN, dan Miss Sally Ganibe the Regional Coordinator AWCF. Setealah sambutan, acara dilanjutkan dengan sharing. Di dalam sesi tersebut peserta menceritakan dan menumpahkan semua kejadian, serta pengalaman usahanya. Setelah mengikuti sesi sharing tersebut, saya dapat menarik kesimpulan bahwa usaha kecil di negara ASEAN memfokuskan pada keuntungan dari nilai tambah jasa pada pengusaha-pengusaha kecil.

Acara keudian dilanjutkan dengan kuliah yang diberikan oleh Bapak Ade Suwargo dari THE SWISS CONTACT yang memberikan kuliah tentang Business Development Service (BDS). Setelah itu kami mengunjungi TRIASA BDS PROVIDER based on IT, dan setelah itu kami langsung diberangkatkan ke Solo.

Esoknya, kami sampai di Solo sekitar jam 9 pagi, dan langsung masuk hotel NOVOTEL. Setelah makan siang kami mengunjungi candi Borobudur. Walaupun masih mengantuk, tapi kami tetap bersemangat karena pergi dengan teman sangat asyik, berfoto bersama dan belanja souvenir. Setelah puas berjalan-jalan, esok harinya kami disambut oleh Walikota Solo, Bapak Ir. Joko Widodo. Di dalam sambutannya beliau mengharapkan adanya proses yang saling menguntungkan antara pengusaha ASEAN umumnya dan pengusaha kecil di Jawa Tengah khususnya yang dilakukan secara berkesinambungan. Kemudian sambutan dilanjutkan dengan sambutan dari ASPUKK dan PERSEPSI. Kemudian kami mengunjungi Koperasi Wanita kampung krupuk, dan toko Batik Keris. Di Kampung Batik Kaumman dan Laweyan mereka punya paguyuban. Melalui paguyuban ini para anggota bisa mengeluarkan ide dan mendapat informasi mengenai pelatihan, marketing melalui pameran serta bagaimana mempertahankan kualitas produknya. Setelah itu kami bertolak ke Yogyakarta.

Di Yogjakarta kami berkunjung ke APIKRI, Kampung Bakpia (Pathok) , pengerajin perak, dengan asosiasinya bernama KOMPAK dan Ipung Handicraft, yang merupakan usaha keluarga yangmemproduksi pekerjaan tangan terbuat dari tanaman kering. APIKRI adalah salah satu promotor yang menunjang pengusaha kecil dan pengerajin pekerjaan tangan yang terdiri dari 40 pengusaha. APIKRI memfokuskan pada ekspor hasil kerajinan dan memberikan fasilitas kepada anggotanya untuk aktif di pasar lokal. Di kampung Pathok terdapat industri rumahan yang dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga yaitu Bakpia, yang dikenal dengan Bakpia Phatok. Bakpia pathok sebagai komoditi dari kampung pathok, hampir dikenal oleh semua orang di Indonesia karean rasanya yang khas, kemasan yan cantik dan pemasaran yang ditunjang oleh pasar lokal. Salah satu perserta dari Viatnam mengatakan Bakpia Pathok sangat enak rasanya melebihi kue bulan (moon cake) di negerinya. Setelah puas berjalan-jalan, acara dilanjutkan dengan kuliah yang sangat menarik oleh Bapak Amir Panzuri Direktur APIKRI, yang bertemakan Marketing & How to Set Up a Marketing Outlet.

Perjalanan ke Bandung dilakukan pada malam hari, dan langsung check in di NOVOTEL. Setelah sarapan pagi, kami bersiap mengunjungi Lapenkop, Ikopin dan Koperasi Mahasiswa. Koperasi Mahasiswa ini mendapat modal selain dari anggota yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat lingkungannya juga dari bekerja sama dengan Bank Bukopin. Esoknya kami mengunjungi KPSBU (Koperasi Peternak Sapi Bbandung Utara) yang berada di Lembang. Syarat menjadi anggota KPSBU mereka harus punya modal 2(dua) ekor sapi perah. Salah satu keuntungan menjadi anggota KPSBU adalah memperoleh pinjaman tanpa bunga. Mereka akan menjual sapi2 yg sudah tidak produktif lagi dan membeli yang muda dan produktif lagi dengan cicilan ringan melalui KPSBU. Sore harinya kami diizinkan pergi berjalan-jalan dan belanja ke Cihampelas, dan kami juga pergi ke outlet lain diantaranya Rumah Mode.

Keluar Bandung jam 9 pagi dan masuk hotel Santika Jakarta lagi, setelah makan siang kami segera masuk kelas lagi untuk persiapan merangkum semua perjalanan kami selama ini dan rencana kerja selanjutnya yang akan diterapkan di koperasi masing-masing (CEDAP). Esok pagi setelah sarapan pagi kami semua perserta diharuskan memberi presentasi rencana kerja setelah melalui exchange program ini. Hari terakhir berkumpul di program pertukaran ini dan setelah sambutan penutupan dari penyelenggara yaitu AWCF dan THE ASEAN FOUNDATION kami diberikan sertifikat. Di acara perpisahan ini kami menyanyi dan menari dengan gembira karena sudah selesai program ini dan sudah kangen pulang ke rumah. Dua minggu hidup bersama dan sekarang harus berpisah, rasa haru mengelilingi kami, dan kami saling berpelukan erat, dan saling memohon maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat.

Saya senang sekali dan merasa puas setelah mengikuti acara ini, karena acara ini diselenggarakan dengan sangat profesional. Saya bangga dan merasa beruntung dapat mengikuti program yang diselenggarakan oleh FORMASI, AWCF dan THE ASEAN FOUNDATION, karena di dalam acara ini saya mendapat banyak pengetahuan terutama tentang koperasi dan usaha kecil, dan saya merasa kekuatan pengusaha kecil khusunya pengusaha perempuan sangat penting untuk menopang kehidupan, dengan menekankan pada kemauan, kemandirian, rasa percaya diri yang kuat, dan selalu berfikir positif serta sabar akan membantu kesuksesan. (LPB)


Oleh : Lies Pambudi