DAMANDIRI Tawarkan API untuk Rakyat Desa

Dalam Rapat Kerja dengan mitra kerjanya minggu lalu, Yayasan Damandiri menawarkan API untuk penyegaran dan pengembangan delapan fungsi keluarga, yang secara global mempunyai inti pengembangan mutu manusia. Upaya ini diukur keberhasilannya dengan Index Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). Seperti diketahui sasaran IPM tersebut pada tahun 2000 dan 2005 oleh para pemimpin dunia, melalui PBB, disempurnakan menjadi program Millennium Development Goals (MDGs) dengan delapan sasaran utama yang berpokok pada upaya pengentasan kemiskinan. Delapan sasaran pokok itu telah diadopsi oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2000. Karena itu Yayasan Damandiri, yang sejak didirikannya pada tahun 1996, selalu menjalin kerjasama kemitraan

Oleh : Prof. Dr. Haryono Suyono

Koperasi “BaleSekaa On Line“Reformasi Suatu Konsep Pemikiran dari Tim Sanggar Tematika

Kesan yang muncul saat orang berbicara tentang Lembaga Koperasi , Apa yang akan telintas dibenak banyak orang ...atau Pemikiran Anda ...??? Sepintas tercipta kesan/image seperti Manajemen Tidak Profesional, SDM rendah, Terbelakang Teknologi, tidak memiliki System dan Manajemen Yang jelas, hanya menunggu uluran tangan Pemerintah memberikan bantuan, serta gambaran SDM yang sangat kurang memadai bahkan lontaran/anekdot/plesetan kepanjangan Koperasi seperti Ketua Untung Duluan dsb .

Sesungguhnya Titik lemah Koperasi berawal saat mulainya ide/ gagasan Pembentukan tidak matang, seperti biasa ada Konsep Manajemen 4H + 1 W, dan ada Analisa SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Hambatan). Juga tidak kalah pentingnya

Oleh : Sanggar Telematika Desa Tegallinggah

Menetaskan ‘Embrio’ Bank Koperasi

Mimpi membangun bank koperasi atau bank UKM, sebetulnya bisa dimulai dengan mengembangkan jaringan KSP. Tapi, semuanya selalu berakhir dengan konsep di atas kertas.

Bayang-bayang krisis eko­nomi, kembali menyelinap di seti­ap sudut perekonomian Indonesia. Jika pada 1997 pemicunya adalah krisis moneter di beberapa negara Asia, kini justru datang dari Amerika Serikat (AS), negara yang punya pengaruh besar terhadap perekonomian dunia. Perekonomian AS, sedang “demam” akibat krisis keuangan, dengan cepat membikin meriang sektor keuangan Eropa. Sejumlah lembaga keuangan skala raksasa pun, jatuh dan kejang-kejang.

Di Indonesia, gelombang krisis itu langsung menghajar pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Oleh : Pusat Informasi Perkoperasian

PDMK ke III CU-Melati Tahun 2008

Depok – Koperasi Kredit CU-Melati melaksanakan kegiatan Pendidikan Dasar Manajemen Koperasi Kredit (PDMK) yang ke III sepanjang tahun 2008. Acara dilaksanakan selama 2 hari yakni hari Sabtu dan Minggu tanggal 06-07 September 2008 bertempat di Wisma Pendidikan CU Melati tepat di Jl. A.R. Hakim No. 29 B Beji Timur Depok. Dari jam 8.00 -16.00 dan di selingi snack serta makan siang.

Kegiatan pada hari pertama diikuti oleh 47 peserta terdiri dari 17 orang laki laki dan 30 orang perempuan yang rata rata usianya berkisar antara 25 sampai 50 tahun yang berasal dari wilayah Depok dan sekitarnya.

Oleh : CU Melati

Perlunya Laporan Keuangan & Informasi Akuntansi

Pelatihan Kewirausahaan memacu semangat kita untuk terus berwirausaha. Namun beberapa diantara kita yang memiliki usaha rumahan (dikelola dirumah) ini, belum ingin menyempurnakan bisnis kita itu dengan pengelolaan keuangan yang agak formal. Seperti halnya saya, juga memiliki bisnis rumahan itu. Wujudnya adalah merias pengantin. Saya memerlukan tambahan peralatan bahkan perlu dua orang asisten lagi untuk membantu saya, karena order sudah semakin gencar. Dengan kemampuan manajemen yang saya pelajari dari Kopdit, saya harus memutuskan begitu banyak masalah yang sangat penting, bahkan harus segera dan bersamaan.

Ternyata kita memerlukan penerapan pembukuan yang benar pada bisnis rumahan kita itu. Saat PDMK (Pendidikan

Oleh : CU Melati

Kuliah dan Jalan-Jalan dari AWCF

Pada tanggal 19 Maret sampai dengan 1 April 2007, diadakan kegiatan Regional Exchange Program 'Women Entrepreneurs and Exploring Opportunities for Micro Enterprise Development in Co-operatives in Southeast Asia'. Acara ini di organisir oleh AWCF (Asian Women in Co-operative Development Forum) dan FORMASI Indonesia (Forum Gerakan Pengembangan Koperasi Indonesia), didanai oleh ASEAN Foundation. Berikut adalah pengalaman salah seorang peserta dari Indonesia, Ibu Lies Pambudi, seorang pengusaha yang juga merupakan anggota Koperasi Kredit Melati, Depok. Beliau akan membagikan pengalamannya mengikuti kegiatan Regional Exchange Program tersebut.

Hari pertama acara pembukaan di hotel Santika Jakarta, kami terdiri dari 20 orang peserta

Oleh : Lies Pambudi

Jumlah Halaman
| 1 |