|
Kumpulan Artikel
Impact Assessment Workshop
MDG (Millennium Development Goals) goals number 3, calls on nations to promote gender equality and empower women, but progress to achieve the goal has been uneven. The economic, social, political, legal and cultural structures that perpetuate gender inequality are still in place throughout the world while globalization has exacerbated the situation. Although it brings economic growth, new living standards and opportunities; but the benefits are distributed unequally. Unemployment, underemployments, social exclusion of vulnerable groups, ‘informalization’ of economies and changing world of works demand new application of new solution.
Oleh : Y. Arihadi
2009-06-15 11:34:17
Selanjutnya >>
Ekonomi Rakyat di Masa Krisis
Dunia keuangan global kembali terguncang menyusul pailitnya salah satu lembaga keuangan terbesar di Amerika, Lehman Brothers disusul dengan gonjang-ganjing lembaga serupa seperti Meryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rocks, UBS dan Mitsibishi UFJ. Guncangan ini akan menjadi batu ujian pada kekuatan perekonomian nasional ke depan.
Akankah perekonomian Indonesia--sistem keuangan dan sector riil, terkena dampak krisis yang diperkirakan lebih parah daripada krisis moneter Asia sepuluh tahun yang lalu? Analisis beberapa ahli mengatakan bahwa ketahanan perekonomian nasional akan sangat tergantung pada kekuatan sistem keuangan domestik. Bila sistem keuangan nasional bisa bertahan,
Oleh : Y. Arihadi
2009-06-15 11:28:04
Selanjutnya >>
Financial Education Summit
Financial literacy adalah suatu kemampuan individu atau masyarakat untuk mengleola uang dengan bijaksana. Kemampuan ini diperlukan oleh semua lapisan masyarakat, baik yang berkelebihan ataupun apalagi yang berkekurangan (uang) di negara maju maupun negara berkembang. Kemampuan dalam bidang ini dapat mengurangi kemiskinan dan meminimalkan resiko-resiko yang terkait dengan consumerism (konsumerisme), market speculation (spekulasi pasar) dan siklus ekonomi.
Di China dan banyak negara lain, timbul kesadaran baru bahwa peningkatan financial literacy dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas pasar dan social harmony. Financial Education Summit 2008 ini diselenggarakan dan disponsori oleh Citi Foundation, Financial Time dan Pearson Foundation, dengan memilih tempat di
Oleh : Y. Arihadi
2009-06-15 11:24:16
Selanjutnya >>
Matinya Pasar Tradisional dan Keberpihakan Pemerintah Daerah
Kompas.com senin tanggal 3 November 2008 memuat berita yang amat menarik yaitu kebijakan Bupati Sragen Untung Wiyono yang melarang produk impor dan pembangunan pusat belanja modern masuk ke wilayah Kabupaten Sragen, setidaknya sampai 20 tahun ke depan. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah untuk membebaskan masyarakatanya dari proses pemiskinan dan melindungi produk lokal dari serbuan produk-produk impor. Menurut beliau, arah kebijakan pemerintahannya adalah membangun dan mempertahankan pasar tradisional untuk menghidupi kurang lebih 2000 pedagang lokal yang ada di daerahnya.
Meskipun masih muncul pro kontra, aturan main tentang keberadaan pasar tradisional, pusat belanja dan toko modern sebenarnya sudah diatur
Oleh : Fidelis Bau Lein
2009-06-15 11:22:38
Selanjutnya >>
Koperasi Kredit: Dimulai dari Pendidikan, Berkembang karena Pendidikan, Dikontrol dengan Pendidikan
Ketika pada tahun 1969 gagasan pendirian koperasi kredit/kopdit (saat itu disebut credit union, disingkat cu), disampaikan kepada Dirjen Koperasi, Ir.Ibnu Soedjono, pada saat itu pemerintah juga tengah mengembangkan BUUD (Badan Usaha Unit Desa) yang selanjutnya akan dikembangkan sebagai KUD (Koperasi Unit Desa), yang nantinya merupakan koperasi serba usaha satu-satunya di wilayah pedesaan. Dengan catatan, bahwa koperasi yang akan dikembangkan akan mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi pengembangan koperasi di Indonesia, kemudian Dirjen Koperasi mengizinkan kopdit/credit union didirikan/dikembangkan di Indonesia. Pengembangan kopdit/cu yang sepenuhnya dilakukan dari bawah, sekaligus juga akan dipergunakan sebagai verifikasi atau perbandingan dengan BUUD/KUD yang dengan sadar
Oleh : Djabaruddin Djohan
2009-06-15 11:20:56
Selanjutnya >>
Renungan Hari Koperasi 2008
Tanggal 12 Juli 2008, organisasi gerakan koperasi (Dekopin – Dewan Koperasi Indonesia) memperingati Hari Koperasi yang ke-61 tahun, sudah cukup tua untuk usia sebuah organisasi. Apalagi jika dilihat dari saat pertama kali koperasi diperkenalkan di Indonesia, yaitu sekitar tahun 1895, berarti sudah lebih dari satu abad masyarakat Indonesia mengenal koperasi. Kemudian peranan koperasi secara politis diperkuat dengan dicantumkannya dalam konstitusi (UUD 1945), yang meskipun telah diamandemen (2002) sehingga kata ”koperasi” tidak adalagi, menurut UU No 25/1992 yang masih berlaku, masih diharapkan dapat berperan ”sebagai soko guru perekonomian nasional maupun sebagai bagian integral perekonomian nasional”
Dengan perjalanan panjang yang
Oleh : Djabaruddin Djohan
2009-06-15 11:17:46
Selanjutnya >>
Urgensitas Pengembangan Pusat Bisnis Bagi Koperasi
Koperasi dan UKM sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga saat ini masih memiliki peran penting dan relevan dalam konteks pembangunan kekinian. Bahkan di negara-negara maju sekalipun, peran koperasi masih diperhitungkan. Pada tataran global, koperasi dikenal sebagai—menyitir pada konsep ekonomi Anthony Giddens-- the third way atas ideologi pembangunan ekonomi.
Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) pada tahun 2006, mencatat pertumbuhan yang signifikan yang dicapai koperasi, baik dari sisi sisa hasil usaha (SHU) maupun jumlah koperasi yang aktif. Bila pada tahun 2004, jumlah koperasi di Indonesia hanya 130.730 unit dan pada 2006 meningkat menjadi 138.411 unit atau tumbuh
Oleh : Naning Mardiniah
2009-06-15 11:14:04
Selanjutnya >>
Globalisasi dan Pergeseran Peran Negara
Globalisasi menjadi satu kata yang nyaring terdengar di seluruh dunia pada abad 21 ini. Pro–kontra pun mewarnai perjalanan globalisasi sebagai sebuah fenomena perubahan yang terjadi secara menyeluruh, dirasakan secara kolektif, dan mempengaruhi banyak orang (lintas wilayah - lintas negara) yang mempengaruhi gaya hidup dan lingkungan kita. Dunia memang berubah dan globalisasi adalah dunia yang terhubung (connected world) seolah tanpa batas.
Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang memudahkan pertukaran informasi, globalisasi makin tidak dapat dihindari, suka tidak suka globalisasi akan terus berjalan. Pertukaran ide makin instan, tidak hanya ide dalam artian ideologi, tetapi juga ide pertukaran manusia, ide pertukaran
Oleh : Anik Dwi Martuti
2009-06-15 10:56:50
Selanjutnya >>
Demokratisasi di Era Otonomi Daerah: Dimana Posisi Perempuan?
Demokratisasi di era otonomi daerah diwarnai dengan maraknya proses legislasi yang mengghasilkan berbagai undang-undang dan paraturan serta kebijakan public, termasuk yang terkait dengan keadilan gender. Perangkat Hukum yang ada, missal peraturan pengarusutamaan gender dan kuota perempuan, ternyata tidak serta merta mengangkat posisi perempuan untuk berpartisipasi secara aktif dalam politik dan dalam proses pembuatan kebijakan public. Hal ini terjadi karena masih terjadi perbedaan gender di masyarakat yang merugikan perempuan, seperti perempuan sebagai istri dan ibu yang harus bertanggungjawab penuh pada urusan domestic, dan laki-laki sebagai suami dan bapak yang berurusan dengan aktivitas ranah public. Perbedaan gender tersebut telah menghambat partisipasi perempuan
Oleh : Anik Dwi Martuti
2009-06-15 10:45:59
Selanjutnya >>
BDC Wadah Pengutan Ekonomi Untuk Perempuan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil
Usaha mikro dan kecil tumbuh subur di Indonesia, terlebih saat krisis moneter yang melebar menjadi kritis multi-dimensi menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Usaha ini menyerap tenaga kerja yang juga semakin meningkat seiring tumbuh suburnya usaha ini. Data BPS 2001 memperlihatkan bahwa dari total 39,72 juta unit usaha, 39,71 juta (sekitar 99,97%) adalah kegiatan usaha ekonomi masyarakat yang digolongkan oleh pemerintah dalam usaha mikro-kecil-menengah (UMKM). Dari total angka UMKM itu mayoritas dihuni oleh usaha mikro sebesar 39 juta atau 98,19 dari total unit usaha. Masih dalam data yang sama memperlihatkan pelaku usaha mikro didominasi oleh perempuan, khususnya di pedesaan.
Oleh : Anik Dwi Martuti
2009-06-15 10:43:32
Selanjutnya >>
Microsoft Bantu Petani Way Abung MULYA ASRI, TRIBUN - Microsoft melalui forum belajar Comunity Training Center (CTC) membantu mengatasi kesenjangan
digital di Indonesia. Lampung merupakan satu dari 15 provinsi yang ditunjuk untuk mengembangkan teknologi informasi (TI)
tersebut.
Dari 148 distrik di Indonesia, Lampung memiliki tiga distrik yakni Tulang Bawang, Metro, dan Pesawaran. Untuk Tulang Bawang
CTC dipusatkan di Mulyo Asri, Way Abung.
Edi Purwantoro, pengelola CTC di Mulya Asri menerangkan, forum belajar yang didirikan Microsoft ini diharapkan dapat membantu
petani, khususnya petani muda dalam meningkatkan TI sehingga meningkatkan kesejahteraan mereka.
Diuraikan, dalam program ini Microsoft menggandeng ASEAN fondation untuk menyiapkan kurikulum, modul pelatihan, dan
jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Indonesia (Formasi) dalam mendirikan
Oleh : Laporan Wartawan TRIBUN LAMPUNG, Robertus Didik
2009-06-17 15:11:37
Selanjutnya >>
Petani di Way Abung pun Kini Mahir Chatting
Manfaat dikembangkannya Community Training Center (CTC) oleh Microsoft bagi masyarakat Mulya Asri, Way Abung, Kabupaten Tulang Bawang Barat sungguh luar biasa. Mengapa demikian? Wartawan Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan merepotasekannya untuk Anda.
FASILITAS internet yang ada di CTC Suka Maju, Mulya Asri tidak hanya dimanfaatkan oleh petani, melainkan juga pemulung Pasar Mulyo Asri. Adalah Waimen yang merasa sangat terbantu dengan program yang diberikan oleh Microsoft tersebut. Dia memanfaatkan akses internet untuk berkomunikasi dengan anaknya, Ani yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong.
Hal senada
Oleh : Tribun Lampung, Robertus Didik Budiawan
2009-06-18 15:36:24
Selanjutnya >>
|
|